Tampilkan postingan dengan label Sistem trading. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem trading. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 November 2010

Long Term Sistem

Untuk long sistem trading kita dapat menggunakan perangkat sebagai berikut :

1. TF 4H
2. EMA 5
3. EMA 15
4. EMA 50
5. MACD (5, 13, 1)
6. Momentum (10)

Cara kerjanya:

BUY :
Lakukan Entry buy pertama saat EMA 5 melintasi EMA 50 keatas. Bila EMA 15 ikut melintasi Ema 50 dan MACD bar nya dalam posisi Naik ini merupakan Sinyal Bullish yang sangat kuat (98%) silahkan lakukan entry but tp 100 -150 pips....

SELL : Kebalikan dari BUY

Coba Lihat gambar dibawah ini



Dari gambar diatas, Apabila EMA 5 dan diikuti EMA 15 melintasi EMA 50 dari bawah, dan kondisi MACD bar nya dalam posisi naik berarti kita mendapatkan sinyal Bullish yang sangat kuat.. Silahkan lakukan entry buy... dan Apa bila EMA 5 diikuti EMA 15 kembali melintasi EMA 50 dari atas berarti kita telah di berikan sinyal Bearish yang juga kuat.. silahkan lakukan entry sell.. TP sesuai dengan keinginan anda.

Indicator Parabolic SAR untuk menentukan Open Posisi dan menentukan Stop Loss

Parabolic SAR dikenalkan pada tahun 1978 Dalam buku “New Concepts in Technical Trading”, J Welles Wilder memperkenalkan Parabolic SAR (biasa disingkat penyebutannya hanya dengan SAR saja) bersama dengan RSI sebagai salah satu indikator utama dalam bertrading. SAR sendiri merupakan kependekan dari Stop And Reverse yang kurang lebih diartikan sebagai indikator penentu titik Stop Loss dalam trading. Dalam perkembangannya dikemudian hari, Parabolic SAR menjadi salah satu indikator efektif dalam menentukan kondisi market yang sedang trend (trending market) bersama dengan fasilitas yang bernama Trailing Distance yang banyak disediakan pada berbagai platform forex trading.

Titik SAR selalu berada di arah yang berlawanan dengan pergerakan harga, jika harga sedang dalam trend naik, maka titik SAR akan berada di bawah dan sebaliknya jika harga bergerak turun maka titik SAR akan berada di atas Chart. Kegunaan dari Parabolic SAR sama persis dengan Moving Average atau trend indicator lainnya. Hanya saja Indicator Parabolic SAR diciptakan untuk mengeliminir kekurangan dari indicator MA yaitu sifatnya yang membentuk kurva sehingga sering terjadi mis interpretasi. Dengan Parabolic SAR yang berupa titik, trend naik atau turun menjadi terlihat kelihatan lebih pasti dan tidak lagi menimbulkan salah tafsir.

Pada SAR, ketika harga sedang dalam trend naik, maka titik SAR berada di bawah dari pergerakan harga. Dan sebaliknya ketika market sedang dalam trend turun maka titik SAR berada di atas dari pergerakan harga. Perhatikan Kedua gambar di bawah ini.
Down Trend
UP Trend

Sekarang terlihatkan di mana posisi SAR ketika Trend UP dan Trend Down. Kita Lanjut Lagi.

Sekarang Kita Menentukan kapan kita akan melakukan open posisi. Nah untuk itu akan saya bagi menjadi dua kondisi yaitu up trend dan down tren. Untuk keadaan sideways saya sarankan jangan menggunakan teknik ini.

UpTrend
Ketika Trend Naik Maka titik SAR akan berada di bawah Candle Stick. Di situlah kita akan melakukan Open Posisi Buy. Saran saya ketika Trend naik jangan mencoba melawan trend yang sedang terjadi dengan mengambil posisi Sell di khawatirkan harga akan kembali ke trend semula dank an membuat kita Loss Besar jika tidak memasang StopLoss.

* Ambil posisi Buy ketika titik SAR telah muncul, dan gunakanlah indicator lain untuk mengkonfirmasi sinyal tersebut. bisa menggunakan Stochastic untuk mengkonfirmasi sinyal dari SAR. Jadi caranya seperti ini, Jika titk sar telah muncul di bawah chart dan indicator stochastic telah bersilangan dan mengarah keatas maka kita dapat mengambil posisi Buy.
* Parabolic SAR juga memiliki keistimewaan lain yaitu titik SAR tersebut dapat di jadikan area untuk memasang StopLoss. Jadi StopLoss di pasang di titik SAR pertama. Dan kita bisa menaikan stop los ketika harga terus naik untuk melindungi Profit. Atau kita bsa menggunakan trailing Stop.

Down Trend
Ketika Trend Turun Maka titik SAR akan berada di atas Candle Stick. Di situlah kita akan melakukan Open Posisi Sell. Ketika Trend Turun jangan mencoba melawan trend yang sedang terjadi dengan mengambil posisi Buy, di khawatirkan harga akan kembali ke trend semula dank an membuat kita Loss Besar jika tidak memasang StopLoss.

* Ambil posisi Sell ketika titik SAR telah muncul, dan gunakanlah indicator lain untuk mengkonfirmasi sinyal tersebut. bisa menggunakan Stochastic untuk mengkonfirmasi sinyal dari SAR. Jadi caranya seperti ini, Jika titk sar telah muncul di atas chart dan indicator stochastic telah bersilangan dan mengarah kebawah maka kita dapat mengambil posisi Sell.
* Parabolic SAR juga memiliki keistimewaan lain yaitu titik SAR tersebut dapat di jadikan area untuk memasang StopLoss. Jadi StopLoss di pasang di titik SAR pertama. Dan kita bisa menurunkan area stop los ketika harga terus turun untuk melindungi Profit. Atau kita bsa menggunakan trailing Stop.