Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Forex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Forex. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Januari 2013

Cara Menentukan Garis Support dan Resistance

 http://siembah.com/wp-content/uploads/2012/05/menentukan-support-dan-resistance.png
Didalam komentar atau analisa harian pasar forex, kita selalu melihat level-level support dan resistance pada gambar chart yang menyertainya. Para analis menentukan level-level tersebut berdasarkan level harga yang paling signifikan dan yang paling mendapat reaksi dari pasar. Tidak ada aturan atau ketentuan khusus tentang bagaimana cara menentukan level support atau resistance, tetapi juga bukan berdasarkan perasaan atau perkiraan. Analis menentukan level support atau resistance dengan cara yang obyektif, logis dan sederhana.

Banyak trader yang kesulitan menentukan level support atau resistance. Biasanya mereka tidak mempunyai gambaran umum tentang level-level kunci (key levels) yang mempengaruhi pergerakan harga pasar, dan cenderung membuat ide yang kompleks dan tidak sederhana. Kadang mereka menarik banyak garis-garis support atau resistance pada chart trading tanpa memperhatikan proses pergerakan harga (price action) yang ada didalamnya hingga terkesan rumit dan membingungkan.
Artikel ini memberikan beberapa contoh cara menentukan level support dan resistance dari seorang ‘trader price action’ pada chart daily. Sebelumnya, perlu diketahui beberapa mitos umum dalam menentukan level-level support dan resistance, yaitu:

Mitos 1: Anda mesti menarik garis pada setiap level yang Anda lihat pada chart trading.
Banyak trader pemula yang terjebak melakukan ini hingga memerlukan waktu berjam-jam untuk menarik level sekecil apapun yang mereka temukan pada chart, hingga tampak rumit dan mengganggu penglihatan kita dalam menganalisa pergerakan harga pada chart. Anda seharusnya hanya menarik garis-garis pada level yang signifikan sebagai acuan dalam mempelajari pergerakan harga lebih lanjut.

Mitos 2: Garis-garis support dan resistance yang Anda tentukan harus persis pada level terendah atau level tertinggi dari bar atau candlestick-nya.
Barangkali ini adalah mitos yang banyak mempengaruhi trader. Seringkali, yang dimaksud support dan resistance adalah daerah atau zona (zones) tertentu daripada hanya sekedar titik pada level tertentu. Memang ada level kunci yang mesti tepat pada harga yang dimaksud, tetapi lebih sering garis-garis tersebut dibuat dengan melewati ekor atau kadang body candlestick-nya. Jadi level support atau resistance tidak harus selalu ditentukan persis pada level terendah atau level tertingginya.

Mitos 3: Anda harus melihat pada level histori masa lalu, makin jauh waktunya makin akurat.
Kecuali Anda investor jangka panjang atau trading dengan time frame bulanan atau tahunan (sangat jarang), Anda tidak harus melihat pada level harga yang telah lebih dari setahun lalu ketika hendak menentukan level-level support atau resistance. Anda cukup fokus pada histori pergerakan harga 3 sampai 6 bulan lalu untuk menarik garis-garis level pada chart daily. Mungkin level kunci pada 2 atau 3 tahun lalu masih signifikan dan terulang tampak pada chart sekarang, tetapi pasar cenderung merespons level-level kunci yang belum lama terjadi.

Beberapa contoh level support dan resistance pada chart daily berdasarkan price action

Berikut dicontohkan cara menentukan level support dan resistance dari beberapa pasangan mata uang, emas, index Dow Jones dan minyak mentah (Crude Oil) dalam tahun 2012 lalu pada chart daily. Dalam semua contoh ini garis yang berwarna merah atau level kunci menunjukkan level yang ditarik pada jangka waktu yang lebih panjang dan lebih signifikan dibanding dengan garis yang berwarna biru (level jangka pendek).

Contoh 1: EUR/USD – daily

                
Pada gambar diatas tampak bahwa EUR/USD bergerak dalam range dengan level resistance pada zona 1.3140-1.3170 dan level support pada 1.2830. Itulah level kunci resistance dan support-nya. Dalam range level resistance ini terdapat level-level resistance jangka pendek walau tidak signifikan yaitu 1.3070 dan 1.3020. Level 1.3070 adalah level tertinggi pada 5 Oktober 2012, dan melewati body dan ekor candlestick harga antara 17-23 Oktober 2012, tetapi tetap sebagai resistance. Ini juga sebagai contoh mengapa level resistance atau support tidak harus selalu tepat pada harga tertinggi atau terendahnya. Demikian juga level 1.3170 tidak tepat pada level tertinggi pada 14 September 2012.

Perlu dicatat inside bar yang terbentuk pada 18 Oktober 2012. Setelah inside bar, harga menembus resistance dan mencoba untuk bergerak kembali keatas tetapi gagal dan bergerak lagi kearah bawah disekitar level resistance 1.3070. Level break kearah bawah (breakdown level) inside bar tersebut dalam hal ini adalah level resistance (jangka pendek) 1.3070, dan sebaliknya untuk level break keatas (breakout level) dari inside bar biasanya sebagai level support.

Saat menarik garis support atau resistance, dianjurkan untuk menentukan level-level kunci (key levels) pada jangka yang lebih panjang terlebih dahulu sebelum membuat plot pada jangka pendek. Support dan resistance pada jangka panjang akan lebih signifikan, apalagi jika telah diuji beberapa kali. Dalam chart daily, level-level kunci jangka panjang bisa dilihat dari chart weekly atau chart daily tetapi dengan melihat pengaruhnya pada 3-6 bulan kebelakang. Sedang untuk level support dan resistance jangka pendek bisa ditentukan dengan melihat pada chart 4-hour, yang masih berpengaruh pada chart daily-nya.

Contoh 2: GBP/USD – daily

      

Telah disebutkan sebelumnya, support atau resistance bisa berupa daerah atau zona (zones), seperti pada chart daily GBP/USD diatas. Dalam hal ini zona resistance kunci berada pada area 1.6270-1.6310. Jelas tampak bahwa level 1.6270 adalah resistance yang cukup kuat pada periode waktu tersebut (telah disentuh 3 kali), sedang bar untuk level 1.6310 yang menembus 1.6270 berada diantara 3 bar yang menyentuh 1.6270, dan adalah level yang tertinggi. Karena jaraknya yang tidak terlalu jauh (40 pip), maka bisa dianggap sebagai sebuah area untuk menunjukkan resistance pada periode waktu tersebut.

Seperti pada gambar contoh diatas, level support kunci atau resistance kunci pada umumnya adalah level harga yang telah diuji atau mengalami penolakan (rejection) beberapa kali hingga reaksi pasar terhadap level-level tersebut sangat kuat. Sebaliknya, support atau resistance jangka pendek cenderung mudah ditembus dan kurang teruji.

Contoh 3: AUD/USD – daily

        

Pada contoh diatas, AUD/USD bergerak dalam range yang cukup lebar antara 1.0612 dan 1.0175. Level 1.0612 dianggap sebagai level resistance kunci karena pada level tersebut terjadi pembalikan (reversal) pergerakan harga, dan pada periode yang cukup panjang (Maret-Oktober 2012) telah diuji 3 kali. Demikian juga level 1.0175 yang telah diuji 4 kali selama periode waktu Juli-Oktober 2012. Level resistance jangka pendek 1.0140 juga signifikan, tetapi tidak sekuat 2 level yang disebut terdahulu. Periode waktunya relatif pendek dan cenderung mudah ditembus.

Contoh 4: USD/JPY – daily


        

Pada chart daily USD/JPY diatas, ada 3 level support kunci dan 1 resistance kunci. Setiap level diikuti oleh pembalikan (reversal) pergerakan harga yang signifikan hingga tidak tampak level jangka pendek untuk di-plot. Pada periode waktu tersebut, USD/JPY cenderung untuk sering menembus level yang lebih tinggi (break high). Walaupun saat level ini dibuat harga telah mendekati level resistance kunci 80.37, dari formasi pin bar pada setup price action-nya masih sangat mungkin untuk break high ke level yang lebih tinggi lagi.

Pada contoh diatas tampak bahwa level-level kunci tersebut tidak harus tepat pada harga yang dimaksud, tetapi lebih sering melewati ekor dan body candlestick-nya seperti pada level 78.79 diatas. Support dan resistance adalah level-level referensi yang relatif, tidak mesti persis pada suatu harga tertentu kecuali level psikologis atau angka bulat. Jika setiap kali Anda paksakan untuk menarik support dan resistance pada angka yang tepat maka penampilan chart trading Anda akan terkesan rumit serta sulit membaca level mana yang signifikan.
Level-level kunci biasanya ditentukan dari setup price action yang terjadi pada pergerakan harga sebelumnya.
 
Seperti pada contoh-contoh sebelumnya, dalam menentukan level-level support atau resistance tidak ada aturan atau ketentuan khusus, melainkan tergantung dari interpretasi masing-masing trader terhadap perilaku pergerakan harga. Pada umumnya yang perlu diperhatikan adalah berapa kali suatu level bisa menahan gerak harga, atau seberapa cepat level tersebut bisa ditembus. Salah satu cara untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu level support atau resistance adalah dengan melihat formasi setup price action yang terbentuk pada level-level tersebut, seperti pada contoh lanjutan berikut ini.

Contoh 5: NZD/USD - daily

            

Pada gambar chart NZD/USD daily diatas terdapat area dengan tanda ‘value’ (nilai). ‘Value’ area adalah daerah dimana harga bergerak ranging atau sideways, setelah menemukan level pada nilai yang cukup ‘fair’. ‘Value’ area biasanya berlaku juga sebagai area (zona) support atau resistance. Dengan demikian jika harga bergerak dari level tertinggi area ke level terendahnya, atau sebaliknya, kita bisa menggunakan metode dengan formasi setup price action yang mungkin terbentuk pada level-level area tersebut untuk membuka posisi trading. Tanda lingkaran pada resistance kunci menunjukkan bahwa level tersebut tidak harus persis pada harga puncak candlestick-nya.

Pada contoh diatas level support jangka pendek yang sudah terbentuk sebelumnya berada ditengah-tengah value area. Dalam hal ini garis support jangka pendek tersebut bisa digunakan juga sebagai acuan untuk membuka posisi buy (tentu saja untuk jangka pendek) bila harga telah berada diatas level tersebut, sesuai dengan sinyal yang diberikan oleh formasi setup price action-nya.

Contoh 6: USD/CAD - daily

             Chart USD/CAD daily diatas mencontohkan bagaimana menentukan level kunci dari value area yang terbentuk. Kita akan menentukan level support dari titik-titik sekitar area konsolidasinya (tergantung dari interpretasi). Level tersebut tentunya adalah level support karena harga sebelumnya bergerak downtrend. Level ini menjadi signifikan setelah diuji pada 3 Oktober 2012, dimana harga gagal menembus level tersebut (0.9883) dan bergerak kearah bawah hingga level tersebut berubah sebagai resistance.

Setelah kemudian level tersebut ditembus dan mengalami penolakan (rejection) bersamaan dengan formasi inside bar yang terbentuk, harga kembali bergerak diatas level 0.9883 dan level ini menjadi level support kunci. Jadi 0.9883 berlaku sebagai level support kunci setelah diuji lebih dari sekali dalam periode waktu yang relatif cukup panjang, terakhir dengan formasi inside bar pada setup price action-nya.

Contoh 7: EUR/JPY - daily

             

Kita lihat pada contoh EUR/JPY daily diatas bahwa harga telah bergerak uptrend sejak akhir Juli 2012. Pergerakan uptrend tersebut diikuti dengan retracement atau koreksi, dan kita bisa menandai level ini. Setelah koreksi berakhir dengan naiknya harga kita bisa menentukan level-level support yang jaraknya tidak terlalu jauh sebagai zona level support kunci (salah satunya telah diuji sebanyak 5 kali).

Tampak level sebelah atas pada zona tersebut ditandai dengan pin bar (tanda panah) hingga bisa dianggap sebagai level kunci yang valid. Demikian juga dengan level resistance kunci, selalu ditandai dengan terbentuknya pin bar. Untuk level support jangka pendek yang cenderung cepat berubah (mudah ditembus), kita juga bisa tentukan dari formasi pin bar yang terbentuk pada level 102.50 yang sebelumnya adalah resistance jangka pendek.

Pada bagian terakhir ini dicontohkan formasi setup price action pada level-level support dan resistance selain yang terjadi di pasar forex. Kita bisa melihatnya pada pasar komoditi (emas dan minyak mentah) dan indeks saham Dow Jones Index Average 30 (DJ30).

Contoh 8: XAU/USD - daily
               

Karena sifat gerakannya yang agak berbeda dari pasangan mata uang, kita lihat histori pergerakan harga yang agak jauh untuk XAU/USD atau emas-dollar pada contoh diatas, yaitu sekitar 8 bulan kebelakang. Level-level yang ditentukan dari jangka waktu panjang dan mendapat reaksi dari pasar adalah level-level kunci yang signifikan. Seolah pasar memiliki ‘memori’ yang mengingat level-level support dan resistance dan akan ‘muncul’ kembali pada waktu yang akan datang, seperti yang terjadi pada beberapa pasangan mata uang. Makin jauh periodenya, dan makin sering diuji, maka makin signifikan level-level tersebut.

Sebaliknya level-level jangka pendek kurang signifikan dan biasanya hanya sebagai acuan sementara karena sifatnya yang mudah ditembus (break). Kita bisa menentukan level jangka pendek dari level yang baru terjadi dan menunjukkan sifat pembalikan (reversal). Hendaknya tidak menarik banyak garis dalam menentukan level support atau resistance jangka pendek, cukup 1 atau 2 level yang paling berpengaruh. Hal ini penting untuk menghindari keterbatasan dalam menentukan level stop loss dan level take profit bagi trader jangka pendek.

Contoh 9: DJ30 (Dow Jones Index Average 30) - daily


               

Seperti halnya emas, pergerakan indeks saham Dow Jones 30 juga berbeda dari forex. Indeks saham lebih ‘volatile’ dengan range harian yang lebih besar. Selain itu sentimen pasar juga berbeda karena keterbatasan sesi waktu perdagangan yang tidak terus menerus selama 24 jam seperti pasar forex atau emas. Namun demikian cara menentukan level-level support dan resistance tetap sama, dan tidak lebih sulit atau lebih mudah dari pasar forex.

Pada contoh chart DJ30 daily diatas tampak bahwa level-level support dan resistance kunci yang ditentukan sangat relevan dengan reaksi pasar. Level-level tersebut dengan konsisten menahan pergerakan harga lebih lanjut dengan gerakan harga reversal. Perhatikan pada titik-titik reversal tersebut, selalu terbentuk formasi setup price action, bisa pin bar atau inside bar. Ini membuktikan juga bahwa setup price action tidak hanya bisa diterapkan pada pasar forex, tetapi juga pada pergerakan harga indeks saham, dan pasar komoditi seperti pada contoh 10 berikut.

Contoh 10: WTI (Crude Oil) - daily


              

Pada chart WTI (crude oil) daily diatas terlihat formasi pin bar (tanda lingkaran merah) yang mengalami penolakan (rejection) dengan kuat pada level resistance kunci 93.65, dan pasar konsolidasi selama 6 hari sebelum akhirnya turun tajam. Seperti diketahui trader crude oil atau minyak mentah pada saat itu (Oktober 2012) menentukan level stop loss beberapa pip diatas level 93.65 untuk order sell yang mereka buka. Pada contoh ini juga terbentuk formasi pin bar atau inside bar pada titik-titik resistance dan support-nya.

Catatan:
Pada pergerakan pasar uptrend, level resistance akan cenderung untuk ditembus (break), dan pada downtrend level support akan cenderung untuk ditembus. Ini penting jika Anda hendak menentukan risk/reward ratio. Tergantung dari analisa Anda, tetapi tidak harus mentok pada level resistance atau support (terutama yang jangka pendek) dalam menentukan level resiko (stop loss) atau level reward (take profit).

Minggu, 21 Oktober 2012

Indikator Ichimoku Kinko Hyo

Pada meta trader 4 (MT4) anda akan mendapati sebuah indikator yang bernama Ichimoku Kinko Hyo, yang mana indikator selanjutnya akan saya sebut Ichimoku. Indikator Ichimoku ini diciptakan untuk memberikan suatu gambaran mengenai letak suatu level support/resistance, dimana arah trend dan peluang untuk entry/exit.

Teori umum pada indicator ini ialah jika harga diatas awan, maka tren pada umumnya akan mengalami bullish dan jika dibawah awan maka tren umumnya mengalami bearish. Terdapat juga sebuah indikator moving averages (garis Tenkan dan Kijun) yang berfungsi seperti sinyal persilangan MACD dengan Tenkan memotong Kijun dari bawah yang merupakan sinyal bullish, sementara memotong dari atas yang memberikan sinyal bearish.

Untuk dapat memanggil indikator ini, anda dapat memanggilnya melalui menu Indikator lalu klik Custom kemudian pilih Indikator Ichimoku. Dalam penggunaannya secara umum digunakan oleh para trader Jepang, Ichimoku sering diaplikasikan untuk menganalisa suatu tren bagi pair dan kemudian mendeteksi trend breakouts. Indikator ini cukup baik untuk diterapkan pada timefram yang agak panjang. Sedangkan mengenai sejarah dari indikator ini yaitu Awan Ichimoku asalnya dari nama ‘Ichimoku Kinko Hyo’. Dimana ichimoku berarti ‘sekilas’, Kinko ‘Keseimbangan dalam sekilas ’ dan Hyo ‘Grafik’ atau Equilibrium chart at a glance. Indikator teknikal ini sebenarnya telah lama ada, semenjak tahun awal 70-an, dimana kegunaannya baru sampai pada kalangan dunia luas sekitar tahun 1990-an.

Sebelum pada masa tersebut, Ichimoku dapat dikatakan sebagai indikator khusus yang tidak banyak digunakan seperti lazimnya RSI atau bahkan William %R yang notabene muncul belakangan. Setelah mulai tersebarnya penggunaan PC dikalangan para trader barat, indikator ichimoku banyak digunakan dan mulai disadari sebagai salah satu indikator teknikal terkomplet yang pernah ada sekaligus memiliki tingkat akurasi yang sangat baik. Yang dikembangkan oleh Goichi Hosada sebelum perang dunia ke II. Inti dari Ichimoku ialah keberadaan awan (cloud) atau yang biasa disebut dengan "Kumo" dalam bahasa Jepang.

Dengan adanya Kumo ini, seorang trader dapat mengetahui dimanakah titik resisten atau support dari suatu pergerakan harga, seberapa tebal sup/res tersebut bahkan bagaimana sebuah trend yang akan terjadi. Sedangkan komponen lainnya yang menjadi konfirmator kuat tidaknya sebuah sinyal suatu pergerakan ialah Tenkan Sen, Kijun Sen, dan Chikou Span. Sementara itu kedua garis yang membatasi awan dinamakan sebagai Chikou Span A dan Chikou Span B. Dalam beberapa charting software lain juga sering disebut Up Kumo dan Down Kumo. Bentuk dasar dari indikator ichimoku bisa anda lihat pada gambar dibawah ini:Ichimoku 1 - twps2 - pendulangforex
Berikut rumus dasar dari berbagai garis Ichimoku :
- Tenkan Sen : (HIGHEST HIGH + LOWEST LOW)/2  Dengan periode standar 9.
- Kijun Sen : (HIGHEST HIGH + LOWEST LOW)/2 Dengan periode standar 26.
- Chikou Span : Harga penutupan harga dan digeser ke belakang sebanyak 26 periode.
- Senkou Span A : (TENKAN SEN + KIJUN SEN)/2 kemudian di majukan sebanyak 26 periode.
- Senkou Span B : (HIGHEST HIGH + LOWEST LOW)/2 sebanyak 52 candle terakhir kemudian dimajukan sebanyak 26 periode.

Setelah melihat rumus di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya periode dasar dari Ichimoku adalah 9, 26, 52. Hal ini memang lumrah karena pada dasarnya Ichimoku digunakan untuk menganalisa suatu pergerakan yang cenderung panjang atau long periode.

Belum ditemukan informasi hingga saat ini bahwa Ichimoku pun dapat digunakan pada time frame yang lebih pendek seperti layaknya dalam kegiatan day trading atau bahkan scalping. Namun demikian penggantian periode dasar (9, 26, 52) memungkinkan saja dilakukan.

Kumo, awan Ichimoku
Alat yang paling berkarakter dalam indikator ini ialah awan (Kumo), yang mana didesain untuk mengetahui titik resisten atau support (tidak bisa keduanya ditentukan oleh Ichimoku). Bila sebuah harga berada diatas awan Senkou, itu berarti harga sedang berada dalam trend naik dan awan dibawahnya menjadi area Support dari pergerakan harga.

IAA - twps2 - pendulangforex

Begitupun dengan sebaliknya, apabila ternyata harga sedang berada dibawah Awan Senkou, maka trend sedang dalam pergakan turun dan awan diatasnya menjadi area resisten.

IDBA - twps2 - pendulangforex

Bila ternyata harga berada didalam awan, itu artinya harga sedang memasuki masa struggling dan trend naik atau turun belum diketahui atau bisa juga disebut kondisi Sideways.

Ichimoku Sideway - twps2 - pendulangforex

Dalam berbagai keadaan awan (kumo), serinkali berubah-ubah dari sisi ketebalannya. Dalam hal seperti ii kita harus memahami suatu konsep Support/Resistance menurut Hosoda, sang pembuat beranggapan bahwa support dan resistance bukanlah sebuah garis semata melainkan cenderung diidentifikasikan sebagai area. Itu sebabnya area Support dan Resistance suatu harga menurut Ichimoku bisa bergerak menebal maupun menipis.

Saat awan menebal, maka itu artinya area support/resistance juga menebal. Biasanya ini terjadi pada saat trend sudah mulai melemah dan akan segera berakhir. Keunikan Ichimoku ialah Kumo yang ditampilkan hingga kedepan, yang mampu melewati harga terakhirnya. Dengan demikian para pengguna Ichimoku dapat meramalkan area Support dan Resistance yang akan terjadi pada kemudian suatu harga bahkan saat harga belum terbentuk. Akibatnya seorang trader mendapatkan bayangan apa yang mungkin terjadi beberapa candle ke depan.

Kumo - twps2 - pendulangforex

Kamis, 29 Maret 2012

ZIGZAG INDIKATOR

Dalam menentukan Analisa Teknikal, indikator Zig zag merupakan salah satu bagian yang sepertinya perlu untuk anda gunakan, kenapa demikian, karena Indikator Zigzag merupakan salah satu indikator momentum yang ada di MetaStock, sedangkan fungsinya hampir sama seperti indikator Parabolic SAR yang sudah pernah saya bahas sebelumnya yaitu bisa digunakan sebagai alat konfirmasi tambahan atau pendukung bagi indikator lainnya dalam penentuan sebuah trend yang sedang terjadi dipasar.

Hanya saja yang membedakan antara indikator Zigzag dengan indikator Parabolic SAR, yaitu indikator Zigzag biasanya memberikan signal terjadinya perubahan pergerakan arah trend lebih awal dibandingkan dengan indikator Parabolic SAR, namun bukan berarti tidak memiliki kelemahan, indikator zigzag kelemahannya ialah indikator ini belum dapat dijadikan alat konfirmasi bahwa perubahan suatu arah trend yang telah benar-benar terjadi karena jika dalam beberapa hari selanjutnya terjadi perubahan harga, maka indikator zigzag ini dapat berubah arah kembali.

Oleh karena itu, indikator Zigzag lebih cocok untuk dijadikan sebuah signal awal untuk mulai bersiap-siap mengantisipasi perubahan suatu arah trend. Misalnya jika disaat bullish sedang terjadi, tiba-tiba terjadi koreksi, maka indikator Zigzag mulai berbelok arah, dan hal ini bisa dijadikan sebagai tanda awal untuk anda mulai berhati-hati dan mulai mengantisipasi jika terjadi reversal sambil menunggu konfirmasi dari indikator dan tanda-tanda konfirmasi lainnya.


Didalam trading forex, Anda bisa menggabungkan indikator zigzag dengan indikator moving average untuk mendapat profit dalam trading. Disarankan agar Anda menggunakan metatrader untuk menampilkan indikator tersebut.

Berikut adalah panduan seting untuk indikator zig zag & moving average.
1. Buka metatrader Anda.
2. Pastikan metatrader Anda sudah aktif & online.
3. Buka timeframe Daily (D1)
4. Untuk setting Zigzag : buka menu insert, indicators, custom, lalu pilih zig zag.

Karena kita memang mengambil default dari metatrader, maka kita tinggal klik ok. Jika Anda ingin mengganti warna dan ketebalan garis juga diperbolehkan, silahkan klik Colors.
Zig Zag menunjukkan tren kinerja masa lalu dan hanya perubahan yang paling penting. Indikator ini menyaring semua perubahan kurang dari jumlah tertentu. Zig Zag dapat membantu Anda melihat perubahan dengan menyorot pembalikan yang paling penting. Dalam segmen terakhir dalam Zig Zag dapat berubah berdasarkan perubahan plot dasar.

Tanpa moving average atau indikator trend lainnya, jangan coba-coba bertrading hanya dengan zig zag.

Parameter_Zig_Zag

5. Untuk setting Moving Average : buka menu insert, indicators, trend, lalu pilih Moving Average. Pilih period :2, lalu klik Ok.

Ulangi lagi prosesnya, untuk mendapat moving average period 4, bedakan warnanya dari moving average 2.
Sekali lagi, ulangi prosesnya untuk menampilkan indikator moving average 30.

Parameter_Moving_Average

Tampak penggabungan indikator zig zag & moving average adalah sbb:

eurusd

Testimoni untuk kedua indikator itu adalah sbb :

Jika Zig Zag sudah menghubungkan ujung harga dari atas ke bawah ataupun sebaliknya maka terdapat perubahan trend jika moving average 2 sudah crossing / melewati moving average 4. Jika moving average 2 cross moving average 4 dari bawah keatas, dan sudah ada koneksi zig zag, maka Anda dapat melakukan open Buy.

Sebaliknya jika moving average 2 sudah cross moving average 4 dari atas ke bawah maka Anda dapat melakukan open Sell, apalagi zig zag sudah membuat koneksi.
Jika moving average 2 sudah cross moving average 4 dan dalam beberapa hari kemudian sudah cross moving average 30 maka akan ada trend kenaikan atau penurunan harga yang cukup besar. Target dalam 1 hari dengan menggunakan indikator ini adalah 20 - 100 poin.

Sebagai indikator tambahan, gunakan saja Bolinger Bands, Stokastik Oscilator/RSI/MACD.

Rabu, 28 September 2011

Teori Elliot Wave

Ditemukan atau diciptakan oleh seorang berkebangsaan Amerika. Ralph Nelson Elliot, lahir pada tanggal 28 Juli 1871 Marysville, Amerika. Karirnya sebagai akuntan profesional membuat Elliot terbiasa dengan data, angka, dan statistik. Hal ini pula yang pada akhirnya membuat Elliott menemukan sistem analisa pergerakan harga(saham, forex, dsb) yang sekarang ini sangat populer dikalangan para trader.

Teori yang ditemukan oleh Elliot ini bukan jadi dalam sehari/bulan atau tahun. Namun telah menghabiskan sebagian besar waktu dalam hidupnya(75 Tahun).

Sistem analisa ini(teori) sekarang dikenal dengan 'Elliot Wave', yang diterbitkan dalam judul buku 'The Wave Principal'. Secara garis besar Elliot mengemukakan bahwa 'Saham, pasar diduga berperilaku kacau atau tidak menentu, padahal Tidak'. Lebih lanjut Elliot menemukan bahwa pola perdagangan di pasar selalu bergerak dalam siklus yang berulang.
Ayunan harga ke atas dan kebawah disebabkan oleh kumpulan psikologi kolektif dari trader dan ayunan ini oleh Elliott disebut dengan 'Wave' atau gelombang, dan yg menarik Elliot menyatakan bahwa gelombang ini akan berulang dalam pola-pola yang sama, dan dia yakin bila Anda mampu mengidentifikasi gelombang maka Anda dapat memprediksi kemana arah harga selanjutnya.

Apa yang dikemukakan oleh Elliot ini tak ayal membuat para trader sangat tertarik. Dengan teori ini seakan sangat mudah bagi trader untuk melihat titik-titik dimana harga kemungkinan di posisi paling mahal atau murah, atau dengan kata lain, hal ini memungkinkan trader untuk menangkap informasi puncak dan dasar.

Sampai disini, apa yang ada di pikiran Anda? Percayakah Anda?
Jika teori ini benar, seakan akan uang sudah menanti didepan mata Anda?
Tarik nafas dalam-dalam, gak perlu berandai-andai, intinya, hal ini akan menambah wawasan Anda tentunya, dan tak ada salahnya kita mengetahuinya dengan baik.

Baik, mari kita mulai belajar Elliott Wave.

Sebelum masuk lebih dalam, pertama kita harus mengenal dulu dengan apa dikemukakan Elliott tentang Fractals. Fractal juga umum digunakan di dunia matematika dan dikenal dengan "kemiripan diri / self-similarity".
Jadi Fractals adalah suatu struktur, dimana dalam struktur tersebut dapat dibagi dalam beberapa bagian lebih kecil yang memiliki sifat sangat mirip dengan keseluruhannya.

Elliot sangat menekankan peranan dari Fractals, mengapa?
Elliot menyatakan bahwa setiap gelombang Elliott adalah Fractals, dan mereka dapat dibagi dalam gelombang-gelombang Eliiott yang lebih kecil.

Masih bingung dengan Fractals? Perumpamaan yang sederhana dan nyata adalah, dan ini bisa Anda temukan di sekitar Anda, Kerang laut adalah Fractals, Petir, Awan, bahkan serpihan salju juga merupakan fractals.


Elliott menyatakan bahwa Pasar yg bergerak dalam tren akan memiliki pola gelombang, yang dia sebut dengan pola gelombang 5-3. Dimana gelombang 5(fase pertama) akan diikuti dengan gelombang 3 untuk fase berikutnya. Mari kita bahas satu persatu

Pola Gelombang 5-3

Pola Gelombang 5 disebut gelombang Impulse ( Impulse Wave), Gelombang ini dibagi menjadi 5 model gelombang dan disebutkan masing-masing dengan angka dan berurutan.

Gelombang 1,3,5 disebut dengan motif yang biasanya mewakili arah trend secara keseluruhan, dan gelombang 2,4 adalah koreksi.

Makna yang terkandung dari masing-masing gelombang:
Gelombang 1: Harga membuat gerakan awal ke atas. Hal ini biasanya disebabkan oleh sejumlah kecil orang (karena berbagai alasan, baik nyata atau membayangkan) merasa bahwa harga sedang murah sehingga ini adalah waktu yang tepat untuk membeli. Hal ini menyebabkan harga naik.

Gelombang 2 : Pada titik ini, cukup banyak orang yang yg semula sudah berada di gelombang asal(naik) mempertimbangkan harga sudah terlalu tinggi dan mengambil keuntungan. Mengakibatkan harga bergerak turun.

Gelombang 3 : Gelombang ini biasanya yang terpanjang dan terkuat. Dalam fase ini saham telah menarik banyak perhatian publik. Berakibat harga semakin melambung, biasanya harga akan melambung lebih tinggi dibanding pada saat gelombang 1.

Gelombang 4: Pada fase ini sebagian orang melakukan aksi ambil untung, dan merasa harga telah mahal. Namun ada sebagian orang yg masih merasa bahwa harga masih dalam tren naik(bullish), jadi gelombang ini cenderung masih lemah.

Gelombang 5: Ini adalah fase dimana harga sudah terlalu tinggi untuk dikoleksi/dibeli, dan daya yg mampu membuat harga terus naik adalah karena histeria semata.

Perlu diketahui bahwa panjang dari masing2 gelombang tidak selalu sama persis sesuai dengan perbandingan yang ada pada gambar, bisa lebih panjang atau lebih pendek, itu wajar.

Koreksi ABC

Selanjutnya Elliot menjabarkan bahwa pola gelombang 5 diatas akan diikuti dengan gelombang 3, pola koreksi ABC. Lihat pada gambar dibawah

Tren harga naik/Bullish Tren harga turun/Bearish


Menurut Elliott, ada 21 pola koreksi ABC mulai dari yang sederhana sampai dengan yang paling kompleks. Wah repot ya kalau sampai ada 21 macam, gimana cara menghapalkannya. Untungnya Elliot sudah menyederhanakan dan merumuskan ke dalam pola yang jauh lebih sederhana serta mudah untuk dipahami dan diingat-ingat. Jadi seperti apakah pola-pola koreksi tersebut:

1. Formasi ZIG-ZAG





formasi Zig-zag bergerak sangat tajam pada harga yang bertentangan dengan tren dominan. Gelombang B biasanya lebih pendek dibandingkan dengan Gelombang A dan C. Pola zig-zag dapat terjadi dua kali atau bahkan tiga kali dalam suatu fasa koreksi.

2. Formasi Flat(Datar)


formasi Flat terbentuk seperti gelombang yg bergerak ke arah samping, panjang dari masing-masing gelombang pada umumnya adalah sama. Perbedaan panjang biasanya tidak terlalu besar.

3. Formasi Segitiga (Triangles)


Formasi ini bergerak melawan tren serta terdiri dari 5 gelombang bergerak ke arah samping. Sedangkan dimensi kemiringan bisa turun, menyempit atau memperluas.


Gelombang dalam Gelombang


Seperti pada awal pembahasan diatas, disebutkan tentang fractals, yaitu struktur yg dapat dipecah dalam bagian yg lebih kecil yang memiliki pola seperti struktur secara keseluruhan. Dan hal ini berlaku pula pada teori gelombang Elliot. Anda akan menemukan gelombang 5 atau 3 yang lebih kecil di dalam sebuah pola gelombang. Lihat ilustrasi gambar dibawah ini:



Dari gambar kita dapat melihat bahwa pada gelombang 1 3 5, didalamnya terdapat pola 5, dan dari gelombang 2 4, didalamnya terdapat pola koreksi ABC(gelombang 3). Nah dari sini kita lebih mudah membayangkan dimana arti Fractal seperti yg dimaksud. Elliot menekankan bahwa selalu ada gelombang yg lebih kecil dari setiap gelombang, dan pola ini selalu berulang.

Elliot membagi-bagi skala gelombang menjadi :
* Grand Supercycle
* Supercycle
* Siklus
* Primer
* Intermediate
* Minor
* Menit
* Minuette
* Sub-Minuette
Dari yg terbesar Grand Supercycle sampai yg terkecil Sub-Minuette

Nah, mari kita lihat bagaimana penerapan dan realisasi pada harga yg nyata dan sebenarnya. Lihat pada gambar dibawah ini.


Gambar diatas menunjukan 1 siklus sempurna dari elliot wave, yaitu pola 5-3 yang diikuti dengan pola koreksi ABC. Memang terlihat bahwa ada gelombang yg terbentuk secara tidak sempurna, gelombang 3 contohnya, ada sedikit koreksi didalamnya. Namun ya seperti itulah dalam kehidupan nyata.

Bagi Anda, yg masih belum terbiasa. Membaca bentuk-bentuk/pola mungkin akan terasa sangat sulit. Namun jika Anda berlatih dan membiasakan Anda akan cepat untuk mengidentifikasi dan tak sesulit yg dibayangkan.

Sedikit Tips supaya lebih mudah dalam membaca pola gelombang :


* Gelombang 3 harus lebih panjang bila dibandingkan dengan Gelombang 1 dan 5

* Gelombang 2 tidak akan bergerak jatuh atau lebih kecil dibawah awal gelombang 1

* Gelombang 4 tidak akan bergerak jatuh sampai pada akhir gelombang 1




3 Aturan Pokok Teori Elliott Wave

  • Aturan Nomor 1: Wave 3 TIDAK PERNAH menjadi impuls gelombang yang terpendek
  • Aturan Nomor 2: Wave 2 TIDAK PERNAH melampaui titik awal Wave 1
  • Aturan Nomor 3: Wave 4 TIDAK PERNAH melampaui daerah harga yang sama pada Wave 1

Kemudian, ada pedoman yang membantu Anda dengan benar mengenai pelabelan gelombang. Berbeda dengan tiga aturan pokok, panduan ini bisa dilanggar.

  • Kadang-kadang, Wave 5 tidak bergerak melampaui akhir dari gelombang 3.
  • Wave 5, lebih sering (daripada tidak), melampaui atau “menerobos” garis tren yang diambil dari Wave 3 yang sejajar dengan garis tren yang menghubungkan awal Gelombang 3 dan 5.
  • Wave 3 cenderung sangat panjang, tajam, dan diperpanjang.
  • Gelombang 2 dan 4 sering terpental karena level retracement fibonacci.

Kamis, 21 Juli 2011

Aaron oscillator

Aaron oscillator dapat digunakan untuk mengetahui trend yang sedang terjadi, dan juga dapat digunakan untuk menentukan sinyal beli atau jual. Aaron Oscillator adalah salah satu indikator yang cukup unik. Kalau kita perhatikan grafiknya seperti garis zig-zag. Ada dua garis, yaitu “Aroon up” dan “Aroon down”. Aroon up digunakan untuk mengukur kekuatan uptrend, sedangkan Aroon down digunakan untuk mengukur kekuatan downtrend.

Aaron oscillator memiliki nilai dari 0-100. Bila garis Aaron up berada di atas 70 dan Aaron down berada di bawah 30, market sedang bullish. Sedangkan sebaliknya, bila Aaron down berada di atas 70, dan Aaron up berada_dibawah 30 berarti pasar sedang bearish. Bila garis Aroon Up dan Aroon Down bergerak di antara garis tengah (50), maka pasar berada di fase konsolidasi (sideways)

Sedangkan untuk menentukan sinyal beli, perhatikan garis Aaron up. Jika garis ini menembus level 70, ambil posisi beli. Hold posisi selama garis Aaron up berada di atas garis Aaron down. Tutup posisi bila garis Aaron up bergerak ke bawah dan menembus level 50. Anda juga perlu mempertimbangkan untuk menutup posisi bila garis Aaron down tiba-tiba naik ke atas.

Untuk menentukan sinyal jual, perhatikan garis Aaron down. Jika garis ini menembus level 70, ambil posisi jual. Hold posisi selama garis Aaron down berada di atas garis Aaron up. Tutup posisi bila garis Aaron down bergerak ke bawah dan menembus level 50. Anda juga perlu mempertimbangkan untuk menutup posisi bila garis Aaron up tiba-tiba naik ke atas.

Rabu, 20 Juli 2011

Dow Theory

Umurnya sudah lebih dari 100 tahun dan teori ini telah banyak dijadikan dasar dalam melakukan analisa teknikal. Teori Dow diformulasikan dari serangkaian artikel di Wall Street Journal yang digawangi oleh Charles H. Dow dari 1900 sampai 1902, dimana ia meninggal dunia. Editorial dan artikel ini menggambarkan keyakinan Dow mengenai bagaimana pasar saham

Umurnya sudah lebih dari 100 tahun dan teori ini telah banyak dijadikan dasar dalam melakukan analisa teknikal. Teori Dow diformulasikan dari serangkaian artikel di Wall Street Journal yang digawangi oleh Charles H. Dow dari 1900 sampai 1902, dimana ia meninggal dunia. Editorial dan artikel ini menggambarkan keyakinan Dow mengenai bagaimana pasar saham berperilaku dan bagaimana pasar dapat dijadikan ukuran dalam melihat lingkungan bisnis.

Dow belum sempat menerbitkan teori lengkapnya terhadap pasar, tetapi beberapa rekan dan pengikutnya telah mempublikasikan hasil kerjanya yang telah diperluas ruang lingkupnya.

Dow yakin bahwa pasar saham secara keseluruhan adalah sebuah patokan yang terpercaya mengenai kondisi bisnis didalam ekonomi dan dengan menganalisa keseluruhan pasar, seseorang dapat dengan akurat melihat kondisi tersebut dan mengidentifikasi arah pergerakan pasar.

Teori pertamanya ia gunakan untuk membentuk Dow Jones Industrial Index dan Dow Jones Rail Index (sekarang indeks transportasi), yang sebenarnya dikumpulkan oleh Dow untuk Wall Street Journal. Dow menciptakan indeks-indeks ini karena ia merasa mereka adalah gambaran akurat dari kondisi bisnis didalam ekonomi karena mereka mencakup dua segmen ekonomi utama yaitu industri dan transportasi. Walaupun indeks-indeks tersebut telah mengalami banyak perubahan dalam 100 tahun terakhir, teorinya masih digunakan pada indeks pasar saat ini.

Banyak dari alat analisa teknikal yang kita kenal saat ini memiliki dasar dari teori Dow. Karena alasan ini, pelaku pasar dan trader seharusnya mengetahui enam elemen dasar dari Dow Theory.

I. Pasar Mendiskon Apapun
Elemen mendasar pertama dari teori Dow mengemukakan bahwa semua informasi, baik saat ini, masa lalu bahkan masa depan, telah didiskon atau diserap kedalam pasar dan tercermin pada harga saham dan indeks.

Informasi tersebut termasuk semuanya mulai dari emosi investor sampai ke data inflasi atau data ekonomi lainnya, juga pengumuman laporan keuangan perusahaan yang akan dibuat setelah pasar tutup. Berdasarkan asumsi ini, informasi yang tidak termasuk adalah sesuatu yang tidak diketahui seperti bencana alam. Tetapi bahkan resiko dari kejadian tersebut telah diserap kedalam pasar.

Penting untuk diingat bahwa ini tidak menggambarkan kemampuan dari pelaku pasar atau bahkan pasar itu sendiri untuk mengetahui kejadian di masa depan. Lebih kearah, dalam beberapa periode waktu, semua faktor yang telah terjadi dan diekspektasi akan terjadi telah diserap oleh pasar. Seiring adanya perubahan, seperti resiko pasar, pasar menyesuaikan hal ini dengan harga, merefleksikan informasi baru.

Ide bahwa pasar mendiskon apapun sebenarnya bukan hal baru bagi analis teknikal, karena ini adalah dasar yang digunakan oleh banyak alat analisa teknikal. Karenanya, dalam analisa teknikal, seseorang hanya perlu melihat pergerakan harga, dan tidak faktor lain seperti neraca keuangan.

Seperti analisa teknikal utama lainnya, teori Dow sangat berpatokan pada harga. Namun, teori Dow lebih menitikberatkan pada pasar secara keseluruhan daripada hanya beberapa saham tertentu.

Jadi teori Dow ini menitikberatkan pada analisa pasar secara keseluruhan melalui pergerakan harga sebuah indeks saham dari pasar modal. Juga patut diperhatikan bahwa teori Dow ini berfokus pada pergerakan harga dan tren indeks, implementasi juga bisa digabungkan dengan elemen analisa fundamental. Walaupun begitu banyak pihak mengatakan bahwa teori Dow lebih cocok sebagai alat analisa teknikal.

II. Pasar Tiga Tren
Bagian penting dari teori Dow adalah mengenali arah pasar secara keseluruhan. Untuk bisa melakukan ini, teori Dow menggunakan analisa tren.

Nah, dengan begitu anda harus mengerti terlebih dahulu mengenai metode analisa garis tren. harga memang bergerak dalam sebuah arah umum tetapi bukan berarti harga bergerak dalam garis lurus. harga akan cenderung membentuk harga tertinggi (peak) lalu kemudian membentuk low (trough), tetapi akan cenderung bergerak dalam satu arah.

Umumnya tren dibagi menjadi tiga jenis, yaitu naik (uptrend), turun (downtrend), dan menyamping (sideway trend). Agar pergerakan harga bisa diklasifikasikan sebagai sebuah tren naik, pembentukan harga tertinggi (peak) baru harus bisa lebih tinggi dari peak sebelumnya dan ketika pergerakan harga tersebut membentuk low (trough), trough ini tidak boleh melewati trough sebelumnya. Berlaku sebaliknya untuk tren turun.

Dow Theory

Teori Dow mengidentifikasi tiga jenis tren dalam pasar yaitu primer, sekunder, dan minor. Sebuah tren primer adalah tren yang paling besar dan bertahan lebih dari satu tahun, sedangkan tren sekunder adalah tren menengah yang bertahan tiga minggu sampai tiga bulan dan sering diasosiakan sebgai pergerakan yang berlawanan dengan tren primennya. Dan yang teakhir, tren minor, bertahan kurang dari tiga minggu dan diasosiasikan sebagai pergerakan didalam tren menengah.

Tren Primer
Dalam teori Dow, tren primer adalah sebuah tren mayor (besar) yang terjadi didalam pasar, dimana menjadi yang paling penting untuk ditentukan. Hal ini karena tren besar ini akan mempengaruhi semua pergerakan harga dan juga akan mempengaruhi tren sekunder dan minor.
Dow mengatakan bahwa tren primer biasanya akan berlangsung antara satu sampai tiga tahun tetapi masih bisa bervariasi.

Dengan tidak mengecualikan panjang waktu tren, tren primer masih akan memiliki efek sampai adanya konfirmasi pembalikan arah (reversal). Sebagai contoh, jika dalam sebuah tren naik harga ditutup dibawah harga terendah sebelumnya yang dibentuk melalui trough, ini dapat menjadi sinyal bahwa pasar bergerak ke arah bawah, dan tidak bergerak ke harga yang lebih tinggi.

Dow Theory

Dalam menganalisa tren, salah satu yang paling sulit adalah untuk menentukan seberapa lama pergerakan harga akan berlangsung dalam tren primer sebelum nantinya berbalik arah. Aspek paling penting adalah mengidentifikasi arah tren ini dan membuat posisi yang searah, bukan melawannya, ingat tren adalah teman, sampai adanya sinyal bahwa tren primer akan berbalik arah.

Tren Sekunder
Kalau tren primer adalah arah utama dalam pergerakan harga pasar. Sebaliknya, tren sekunder bergerak berlawanan arah denagn tren primer, atau sebagai koreksi dari tren primer.

Sebagai contoh, jika tren primernya adalah naik maka tren sekunder adalah pergerakan koreksi dari tren primer atau pembentukan harga terendah yang lebih tinggi dari harga terendah sebelumnya. Berlaku juga untuk kebalikannya jika tren primernya adalah turun.

Karena tren sekunder ini dianggap sebagai pergerakan koreksi dari tren primer, yang perlu diingat adalah pergerakan koreksi ini tidak menjadi pembalikan arah atau reversal.

Dow Theory

Secara umum, tren sekunder bertahan selama tiga minggu sampai tiga bulan, sedangkan retracement dari tren sekunder berkisar antara sepertiga sampai duapertiga dari pergerakan tren primer. Contoh, jika tren primer sebuah indeks saham bergerak dari 10,000 sampai 13,000 (3,000 poin), maka tren sekundernya diharapkan akan membuat indeks tadi turun setidaknya 1,000 poin (sepertiga dari 3,000 poin).

Karakter penting lainnya dari tren sekunder adalah pergerakan harga di tren ini cenderung lebih fluktuatif dibandingkan dengan tren primernya.

Tren Minor
Tipe terakhir dari tiga jenis tren dalam teori Dow, tren minor, umumnya berlangsung kurang dari tiga minggu. tren minor secara umum adalah pergerakan koreksi dari tren sekunder.

Karena tipikalnya yang jangka pendek dan fokus jangka panjang pada teori Dow, tren minor bukan merupakan perhatian utama bagi orang-orang yang menggunakan teori ini. Tetapi bukan berarti ini menjadi tidak relevan, tren minor harus diperhatikan karena menjadi bagian dari tren yang lebih besar yaitu sekunder dan primer.

Fokus dan perhatian utama dari teori Dow adalah tren primer dan sekunder, sedangkan tren minor hanya dianggap sebagai pelengkap saja. Jika terlalu banyak berfokus pada tren minor, ini bisa memicu adanya transaksi yang tidak rasional karena trader perhatiannya akan terganggu oleh pergerakan harga jangka pendek dan kehilangan pandangan jangka panjang.


III. Tiga Fase Tren Primer

Karena tren primer adalah tren yang paling vital untuk dipahami, teori Dow mengkategorikan tiga fase yang terjadi didalam sebuah tren primer, yaitu fase akumulasi (distribusi), fase partispasi publik, dan fase pelampauan (excess). Coba kita tengok bagaiman aplikasi ketiga fase ini dalam pasar bullish dan bearish.

Pasar Bullish (Tren Primer Naik)
Fase Akumulasi
Fase awal terbentuknya pasar bullish adalah fase akumulasi, yang merupakan dimulainya pergerakan tren naik. Ini juga dianggap sebagai titik dimana investor-investor yang mengetahui mengambil posisi dipasar.

Fase akumulasi biasanya muncul diakhir sebuah tren turun, ketika semuanya terlihat buruk. Tetapi fase ini juga merupakan waktu ketika pasar berada dilevel paling menarik karena pada titik ini kebanyakan berita buruk telah diserap oleh pasar, karena itulah downside risk-nya menjadi terbatas dan menawarkan valuasi yang menarik.

Tetapi, fase akumulasi ini bisa menjadi sesuatu yang sulit untuk diidentifikasi karena muncul diakhir tren turun, yang bisa saja ternyata hanya pergerakan rebound atau tren sekunder bukan menjadi awal sebuah tren baru. fase ini juga dikarakteristikan dengan adanya pesimisme pasar yang kuat, dengan banyak investor berpikir bahwa kondisi hanya akan semakin buruk.

Dari sisi teknikal, awal dari fase akumulasi ini ditandai dengan dimulainya fase konsolidasi di pasar. Ini terjadi ketika tren turun mulai terlihat datar seiring dengan tekanan jual yang berkurang.

Sebuah tren naik baru akan dikonfirmasi jika harga tidak membuat harga terendah baru jika dibandingkan dengan harga terendah sebelumnya.

Fase Partisipasi Publik
Ketika investor-investor yang memiliki informasi masuk pasar pada fase akumulasi, mereka melakukannya dengan asumsi bahwa yang terburuk telah berakhir dan pemulihan akan terjadi kedepannya. Seiring dengan kenaikan di fase ini, tren primen baru masuk kdelam fase yang dikenal dengan istilah fase partisipasi publik.

Di fase ini, sentimen negatif mulai berkurang seiring dengan kondisi bisnis yang semakin baik. Jika kabar-kabar baik mulai mengisi pasar, akan ada lebih banyak investor yang akan kembali masuk pasar.

Fase ini bukan hanya menjadi fase terpanjang, tetapi juga salah satu yang dibarengi oleh pergerakan harga terbesar.

Fase Pelampauan
Seiring dengan semakin besarnya kenaikan harga yang disebabkan kondisi bisnis yang baik dan jumlah pelaku pasar yang masuk semakin banyak, disinilah fase pelampauan dimulai.

Fase terakhir dalam tren naik ini adalah waktu bagi investor pintar untuk mulai keluar pasar. Dititik ini persepsinya adalah semuanya berjalan sangat baik dan hanya hal baik yang ada didepan. Dititik ini juga biasanya pembeli terakhir masuk pasar setelah terjadi kenaikan harga yang besar. Sayangnya mereka membeli disaat harga mendekati nilai tertinggi.
Selama fase ini, banyak perhatian harus diberikan pada sinyal-sinyal akan adanya pelemahan karena bisa saja menjadi pertanda bahwa tren naik akan berakhir dan akan berganti menjadi tren turun.

Pasar Bearish (Tren Primer Turun)
Fase Distribusi
Fase pertama dalam pasar bearish adalah fase distribusi, periode dimana pelaku pasar yang telah mendapatkan keuantungan mulai menjual (mendistribusikan) posisi mereka. Fase ini berlawanan dengan fase akumulasi pada pasar bullish. Pada fase ini, sentimen keseluruhan masih terus optimis dengan ekspektasi bahwa pasar akan terus bergerak naik.

Sama seperti fase akumulasi, fase distribusi juga sulit untuk diidentifikasi ditahap-tahap awal. Sebuah tren penurunan akan terkonfirmasi jika harga gagal membentuk tertinggi baru dibandingkan dengan tertinggi sebelumnya.

Fase Partisipasi Publik
Fase ini juga tidak jauh berbeda dengan fase partisipas pada pasar bullish, hanya perbedaan mendasarnya adalah mulai banyak pelaku pasar yang melepas posisinya dan kondisi pasar semakin buruk serta sentimen menjadi lebih negatif. Pasar akan terus bergerak turun seiring dengan naiknya aksi jual pelaku pasar.

Fase Panik
Ini adalah fase terakhir dari tren bearish yang memiliki kecenderungan adanya kepanikan yang ditandai dengan adanya aksi jual dalam jumlah yang sangat besar dengan waktu yang relatif singkat. Dalam fase panik ini, pasar diliputi sentimen negatif termasuk data ekonomi yang lemah dan bisnis perusahaan yang memburuk.

Biasanya banyak investor akan melepas posisinya dengan 'kepanikan' dan mereka-mereka ini adalah yang masuk pasar di fase pelampauan. Tetapi ketika pasar terlihat dilevel terburuknya fase akumulasi biasanya dimulai dan tren primer naik bisa mulai menunjukkan dirinya dan ini artinya siklus berulang dengan sendirinya.